This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Daerah Istimewa Yogyakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah Istimewa Yogyakarta. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Juli 2012

Batu Gedali Sada

Batu Gedali Sada

gedalisada

Obyek wisata ini berbentuk batu besar berbentuk cekung menyerupai gua, yang berfungsi sebagai tempat bertapa dan ritual keagamaan jaman dulu. Menurut cerita sebenarnya Gedali sadaa ada dua bagian yang mempunyai fungsi masing-masing, bagian pertama dipergunakan untuk tempat sembahyang nenek moyang jaman dulu ( kemungkinan agama Hindu dan Budha tetapi belum dapat dipastikan ), bagian kedua dipergunakan untuk tempat Semedi ( bertapa ). Karena terjadi bencana alam sehingga yang bagian pertama hilang, kemungkinan longsor, sehingga saat ini tinggal satu tempat. Untuk saat ini yang satu tempat tersebut masih sering digunakan untuk bertapa. Obyek wisata ini sangat ramai ketika tanggal 1 Muharam ( 1 Sura ) bersamaan dengan ramainya puncak Suralaya. Obyek wisata ini terletak di Pedukuhan Nglambur.

Gunung Kendil

Gunung Kendil

Gunung Kendil

Gunung Kendil merupakan bagian dari pegunungan menoreh yang menjadi tempat terbaik untuk menikmati indahnya panorama alam berupa perkebunan rakyat dan wilayah sekitar Magelang. Gunung kendil juga menyuguhkan indahnya Candi Borobudur yang tampak berdiri menjulang diantara titik-titik hijau pepohonan.

Jangan lupa mengunjungi :

  1. http://www.sidoharjokulonprogo.com (sumber artikel)

Curug Sidoharjo

Curug Sidoharjo Samigaluh

Air terjun ini berada di Desa Sidoharjo, Kecamatan. Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta. Jaraknya sekitar 5 km dari Pasar Dekso. MTs Sidoharjo belok ke kiri dan melewati jalan yang menanjak, dan selanjutnya harus melawati jalan setapak di pinggir sawah dan hutan. Sambil berjalan anda bisa menikmati pemandangan yang indah disepanjang jalan diiringi oleh kicauan burung.

Curug ini merupakan obyek wisata yang berupa air terjun dengan ketinggian 75 meter. Disini jika kita beruntung disamping melihat air terjun anda juga akan menemui kera ekor panjang yang bergelantungan di tebing-tebing. Air terjun ini belum mempunyai nama, Masyarakat sekitar menyebutnya sebagai curug saja. Menariknya, curug ini seakan belum terjamah manusia sehingga masih cukup alami keadaannya. Tambah elok dengan hamparan bunga di sekitarnya, Obyek wisata ini Terletak di Pedukuhan Gonolangu.

Jangan lupa mengunjungi :

  1. http://www.sidoharjokulonprogo.com (sumber artikel)

Senin, 02 Juli 2012

Cottage Kalibiru

Cottage Kalibiru

>Bangunan ini adalah model cottage di kawasan wisata alam Kalibiru. Rumah itu sekarang dibangun dengan tiang (soko) enam dan tambahan teras, padahal semula merupakan rumah tradisi lokal dengan tiang delapan buah. Rumah itu dibeli dari pemiliknya kemudian dimodifikasi oleh para tukang lokal tanpa bantuan arsitek profesional. Per definisi karya itu biasanya disebut Arsitektur Vernakular, sebab menggunakan sumberdaya lokal tanpa intervensi sumberdaya luar.

Keunikannya, rumah itu dibeli dan dibedol dari tempat asalnya dan didirikan di tempat baru dengan pondasi panggung. Salah satu tiangnya yang disebut soko tuwo dipertahankan keberadaannya sebagai wujud ketaatan pada tradisi lokal. Ini semua adalah kreativitas para tukang Kalibiru. Jika kita menginap, WC dan KM sudah tersedia menempel pada salah satu sisi dindingnya. Di bagian depan ada gebyog asli yang khas desa sebagai pintu masuk. Suasananya sangat alami pedesaan dan desainnya kreatif, meski sederhana dan berkarakter desa Kalibiru.

djarotpurbadi

Jangan lupa mengunjungi :

  1. http://kalibiru.blogspot.com (sumber artikel)

Chris Bennett van Kalibiru

Chris Bennett van Kalibiru


Waktu yang tak pernah kunjung berakhir, bergulir meniti jalan-jalan setapak diantara pepohonan dan perbukitan. gundukan-gundukan tanah yang saling berlomba menyentuh langit dan memandang lautan, mengumandangkan syair kehidupan tanpa batas, menghembuskan sepoi angin malam dan suara-suaranya dalam temaram sinar rembulan.

Selamat malam Chris Bennett*, di ujung sebuah perjalanan yang tak mungkin begitu saja dilupakan, berhentilah sejenak untuk menoleh ke sekeliling, berputar tengkuk dengan nafas yang sedikit menderu, melampiaskan sedikit lelah dan penat. Di ujung sebuah bukit, di antara bebatuan yang menilik ke segala penjuru mata angin. Lelaki itu, berdiri dan bergeming memandang rembulan yang terang dan tenang. cahayanya yang menyelusup diantara dedauan, berlomba mencari tempat untuk sebuah siluet.

Kalibiru, andai hari itu kau bisa mengumandangkan suara-suara serunai anak gunung, bersama gending-gending dan juga syair lagu-lagu padang bulan, alangkah terasa begitu senyap dari keributan kota, suatu hari kau akan dirindukan sesiapa yang pernah menjamahmu.

Desau angin masih mendera dedaun, bukit-bukit padas kecil yang hampir tertutup semak. tak kan lekang dalam sebuah kenangan. Kalibiru, seandainya kau perempuan kau adalah keayuan seluruh alam. seandainya kau adalah laki-laki kau adalah jejaka yang menanti rembulan sang kekasih akan muncul di malam yang lengang.

Chris Bennett* terdiam, berulang kali mengelilingkan pandangan. berkali-kali pula menghela nafas dengan senyum yang siap menyambut siapapun, anak-anak, orang tua, remaja dan seluruh isi alam yang bergerak di permukaan buana.

Dewa-dewi akan memberkatimu, para leluhur akan selalu melindungimu dari gigitan jaman yang semakin mencengkeram dan mencekam. ……… Sampai jumpa lagi Chris Bennett.

———— ——— ——— —-
*Chris Bennett adalah seorang aktivis Lingkungan asal Kanada yang sering datang ke Kalibiru. Namanya diabadikan oleh masyarakat setempat sebagai nama sebuah batu di ujung sebuah bukit di kawasan wisata Kalibiru

Handoko
pandjoel_here@yahoo.com

Jangan lupa mengunjungi :

  1. http://kalibiru.blogspot.com (sumber artikel)

Kali Biru

Kali Biru,…suasana kampung buat pencinta tantangan!

Desa Kali Biru,,,! mungkin masih asing bagi anda….tentu saja. Desa terpencil ini tadinya hanya desa biasa yang dihuni oleh para penduduk yang bermata pencaharian bertani dan perambah hutan. Walhasil, bukit yang rimbun akhirnya berubah menjadi bukit yang kritis, karena kayu-kayunya dirambah oleh penduduk. Karena kesadaran dari warganya, Desa Kali Biru, berbenah dan menyadari kesalahannya. Sejak beberapa tahun lalu, dengan didukung oleh PemKab Kulon Progo dan LSM sekitar,…bukit tempat tinggal mereka ditanami kembali dengan pohon-pohon kayu endemik,…sehingga Desa yang terletak di ketinggian 500m dpl ini kembali menghijau dengan berbagai macam tumbuhan dan pepohonan.

jalan di atas perbukitan…hmm

Tidak hanya itu, Pemkab setempat juga mendukung keinginan warga kali biru untuk menjadikan desa mereka sebagai Tujuan Wisata bagi para pencinta alam, naturalis, penyuka tantangan dan suasana kampung jawa. Sejak 2009, sah lah desa Kali Biru menjadi salah satu tujuan wisata di sekitar kota Wates, Kulon Progo – Yogyakarta.

Akhir Desember 2010, saya berkesempatan untuk mengunjungi dan bermalam di KALI BIRU….ini beberapa kesan saya:

1. Bagi anda yang suka tantangan, ini adalah tujuan wisata di Yogyakarta yang harus anda kunjungi,…kenapa? Perjalanan menuju Kali Biru saja sudah menjadi sensasi tersendiri bagi anda. Lepas kota Wates, anda arahkan kendaraan ke arah Waduk Sermo…anda akan disuguhkan dengan sensasi jalanan yang “pas untuk dua mobil” menanjak dan berliku,….huuyyy. … adrenalin anda terpacu, dengan suguhan perjalanan dan panorama yang menantang ini. Di sepanjang jalan, akan ada penunjuk arah ke Kali Biru.

Rumah Panggung Kayu Alami…itu nama yang saya berikan untuk tempat bermalam di Kali Biru

2. Ada 7 (tujuh) Rumah Panggung Kayu Alami (RPKA) yang bisa kita sewa untuk bermalam di sana. …Dari Tempat parkir kendaraan menuju RPKA, kita akan berjalan sejauh kurang lebih 100m saja,…tetapi, jalannya amat sangat menanjak,…jadi lumayan lah, sebagai pembakar kalori di awal adventure anda di Kali Biru. RPKA benar-benar orisinil, benar-benar dari kayu dan hanya berdiding bilik bambu, tanpa penyekat dengan luas kurang lebih 2,5×4 meter…wuihhh mantab….anda akan diiringi oleh nyanyian alami dari para musikus alam,…jangkrik dan serangga-serangga lainnya….Jangan kuatir, listrik dan air tersedia dengan baik.

Jalur yang mewah untuk tracking…

3. Tracking, jelajah hutan!!! Lokasi Kali Biru yang diperbukitan dan hutan lindung,…menantang kita untuk tracking!..seberapa jauh anda akan tracking? terserah,..silahkan pilih, ada short, medium and long track! Kalau anda pilih yang short, itupun sudah menakjubkan dan cukup untuk membakar kalori! kebetulan saya juga hanya ikut yang short saja. Dari RPKA tempat saya bermalam sampai dengan Menara Pandang Terjauh…jaraknya mungkin hanya ratusan meter saja,…hanya saja medannya mendaki dan menurun. sarana tracking sangat mendukung,…mulai dari jalan beton dan keramik yang datar sampai dengan tangga yang tertata rapi. Kita akan menyusur hutan dengan pemandangan yang luar biasa. Hamparan bukit, kota Wates, Waduk Sermo dan Laut Selatan yang membiru. Wah, seandainya saya bermalam lebih lama, saya ingin sekali mencicipi sajian alami menjelajah hutan dengan mengambil long tracking….

huiih…pembakar kalori yang sempurna…tracking yang menanjak!

4. Menara Pandang….Lokasi Wisata Kali Biru, memiliki 4 (empat) Menara Pandang, yang di tempatkan di titik-titik tertentu, yang memungkinkan kita untuk dapat menikmati panorama yang berbeda. Kita bisa menikmati Bukit Manoreh, Waduk Sermo, Kota Jogjakarta, Wates, Laut Selatan dan tentunya Sunset dan Sunrise…ck-ck-ck. Di salah satu menara pandang juga difungsikan sebagai flying fox,…jadi komplit sudah, kalo anda memang suka tantangan!

Menara Pandang berada di puncak-puncak bukit Kali Biru…panorama alam yang indah!

5. Kuliner, Suasana dan Keramahan Desa Jawa…..Kali Biru juga menyediakan sensasi alami untuk lidah dan Jiwa. Kita akan disambut dengan keramahan yang tulus dan alami dari penduduk sekitar yang notabene “merekalah pemilik dan pengelola Kali Biru”. Kita dapat menikmati sajian yang benar-benar ndeso,…nasi putih pulen dan hangat dengan lele goreng plus sambal khas jawa, yang tidak terlalu pedas dan sedikit manis,…sayur daun singkong, sayur rebung dan yang tidak dapat saya lupakan adalah minuman khas “Legen” yang berasal dari pohon kelapa!

Wah, lima catatan saya di atas, sepertinya masih belum bisa mengekspresikan semua ke khas’an, ke alamian, ke ndesoan dan ke sejukan Kali Biru….dan saya selalu percaya “Wisata Back to Nature” seperti ini yang selalu kita inginkan, untuk merecharge kepenatan dan ke”kota’an kita. …benar-benar stress realease….Mudah-mudahan Kali Biru dengan Penduduknya di sana terus menjaga ke”alamian” dan bisa membantu orang-orang kota yang kelelahan dan ingin sejenak bersatu dengan alam….. Mau?

Belajar fotografi murah dan efektif? Saya sudah buatkan khusus untuk anda, lihat caranya di fotoindah.com

Jangan lupa mengunjungi :

  1. http://budiuzie.wordpress.com (sumber artikel)

Foto di Kali Biru

Hunting Foto di Kali Biru, Kulon Progro



Ini dia, gardu pandang Kalibiru favorit saya

Alhamdulillah, kesampean juga untuk berkunjung ke dua kalinya ke Kali Biru, Kokap, Kulon Progo, Jogja (lihat tulisan Kalibiru suasana desa untuk pencinta tantangan). Setelah bermalam di sana dan udah niat banget untuk hunting foto. Pagi-pagi banget udah naek ke atas, ke arah gardu pandang. Udara segar di ketinggian sekitar 500 m dpl, di tambah matahari pagi yang muncul dengan indah,..tidak mendung !!! Wow,..perfect time to takes a lot of pictures…Mantabs!

Saya bawa peralatan standar 1 DSLR, 3 lensa (11-16m ; 24-50mm dan 80-200mm)…saya pikir dengan piranti ini, sudah cukuplah untuk memotret pemandangan! dan bener, ternyata semua lensa terpakai dengan baik.


waduk sermo sebelum jam 7 pagi

Saya menggunakan wide lens untuk mengambil gardu pandang secara utuh, saya menggunakan 24-50 untuk mengambil gambar pemandangan biar agak padat, dan saya menggunakan tele untuk men”zoom” waduk sermo yang terlihat indah sekali pagi itu.


tikungan trekking yang indah bukan?

Gardu pandang utama di kali biru benar-benar lokasi yang pas untuk memotret. Karena, gardu itu berada di ketinggian yang pas dan di area terbuka,…kita dapat leluasa memotret sisi matarahari terbit dengan bukit-bukit yang berkabut. di sisi lain, kita bisa melihat dan memotret waduk sermo yang masih segar berkabut di pagi hari….Pokoke uapik tenan!!!


waduk sermo, udah agak siang (jam 8.30 pagi)

Pengennya mataharinya jangan cepet-cepet tinggi deh….karena begitu mulai tinggi dan terang,…kabut-kabut tipis mulai hilang dan kontras mulai agak tinggi!!! Coba deh ke sana untuk merasakan sensasinya…info lebih lanjut sihlahkan liat blog resmi mereka di WISATA ALAM KALIBIRU


trekking dengan pemandangan seperti ini,..hmmm


ini yang saya benci,…corat-coret!!! apa sih nilai kebaikannya?

Yuuk belajar fotografi yang efektif? Saya sudah buatkan khusus untuk anda, lihat caranya di fotoindah.com

Jangan lupa mengunjungi :

  1. http://budiuzie.wordpress.com (sumber artikel)

Long Trek Kalibiru

Long Trek Kalibiru : Berburu Jejak Celeng (1)

Setelah mencoba jalur biasa dan pendek pada kunjungan pertama, Alhamdulillah, saya bisa kembali ke Wisata Alam Kalibiru, Kulon Progro, Jogja. Kali ini, saya ingin mencoba yang lebih menantang, yaitu Long Trek di kawasan hutan lindung Kalibiru. Thema yang diusung untuk perjalanan long trek ini adalah “Berburu Jejak Babi Hutan/Celeng”. Berdasarkan pemantauan masyarakat sekitar memang masih ada belasan babi hutan yang hidup di kawasan hutan di sana. Bahkan, konon masyarakat sekitar juga percaya, masih ada beberapa macan loreng jawa yang hidup di sana!…wuih menarik sekali!

Untuk ikut long trek ini, sebaiknya kita bermalam di sana (tersedia pondok alami kapasitas 5-8 orang, dengan biaya yang sangat terjangkau). Kenapa bermalam, agar kita bisa memulai trekking di pagi hari…apalagi untuk yang hobi fotografi, punya kesempatan motret di ketinggian bukit di kala sunrise adalah “golden moment”. Itu sebabnya, sebelum trekking yang rencananya berangkat jam 8 pagi, saya sudah ngacir duluan ke gardu pandang sejak jam 06 pagi untuk mendapatkan suasana matahari terbit di sana! (lihat tulisan “hunting foto di Kalibiru“).


di Gardu pandang ini, pemandangan begitu indah dan luas…ck-ck-ck

Setelah sarapan pakai opor ayam, krecek dan tahu bacem, saya beserta rombongan (kurang lebih 12 orang). Perjalanan di mulai dari Joglo, terus menuju gardu pandang terakhir. Perjalanan di sini, nyaman sekali, karena sudah ada sarana jalan yang terbuat dari beton.


100m dari Joglo, pemandangan indah sudah disuguhkan!


jalan tangga yang menurun dengan view yang luar ke arah waduk sermo

Setelah lepas dari Gardu terakhir (tempat mendaratnya flying fox), mulailah trekking sebenarnya. kami mulai meliwati jalan setapak menuju kawasan hutan lindung yang lebih rapat pepohonannya. Ada beberapa batu-batu dengan bentuk unik yang dilewati dan beberapa jenis pohon yang endemik hutan ini.


long trek sudah memasuki jalan setapak

Setelah, kurang lebih satu jam jalan. Kami menemukan sesuatu yang unik. Masyarakat setempat menyebutnya dengan pohon kuping. Pohon ini memang mengalami kecelakaan, dan upaya menyembukan luka di batang pohon tersebut, menyebabkan pembesaran batang yang menyerupai kuping manusia.


Pohon kuping, hanya ada di Kalibiru

Selepas pohon kuping, kami menemukan apa yang kami buru, yaitu: Jejak Babi Hutan yang masih baru. Jejak itu ditemukan disekitar pohon pisang dengan tanah yang basah. Menurut pemandu kami, Jejak itu baru semalam, dan Babi hutan sedang mencari cacing di sekitar pohon pisang tersebut. Dari jejak-jejak kakinya sepertinya ukuran babi hutannya cukup besar deh! kata mereka, seukuran anak sapi!


Jejak celeng sedang di shoot oleh rekan cameraman dari AD-TV

Perjalanan menyusur jalan setapak di tengah hutan lindung ini kami lanjutkan. kondisi jalan agak sedikit becek dan licin dan masih agak liar, karena kadang kondisi jalan sudah tertutup oleh semak belukar. Jalan yang dilalui bervariasi, ada jalan datar, menurun dan menanjak! Tapi, nyaman-nyaman saja, selagi kita pakai sepatu dan celana jean panjang. Beberapa kali terpeleset dan hampir jatuh,…hahaha, itu bonus nya!


jalan menurun dan berbatu


jalan menurun, tanah dan dipenuhi rumput

Setelah mulai terasa penat, eh ada surprise…sisi kanan kami, terpampang pemandangan yang menakjubkan. Waduk sermo dari sisi yang lain,,,,indah sekali!


berada dipinggir jurang yang menghadap ke waduk sermo


puas membidik keindahan waduk sermo dari atas bukit

Ok, masih ada lagi cerita tentang perjalanan long trek Kalibiru ini…dilanjutkan ke tulisan ke 2.

Yuuk belajar fotografi yang efektif? Saya sudah buatkan khusus untuk anda, lihat caranya di fotoindah.com

Jangan lupa mengunjungi :

  1. http://budiuzie.wordpress.com (sumber artikel)

Minggu, 01 Juli 2012

Pantai Timang dan Gondolanya

Pantai Timang dan Gondolanya


Permah suatu ketika, di pertengahan tahun 2010, aku ikut dalam KKN (Kuliah Kerja Nyata) di desa Purwodadi, Tepus, Gunungkidul. Ketika itu, tujuan pokonya adalah mengembangkan masyarakat di desa tersebut, khususnya di dusun Luweng Ombo, Danggolo dan Sureng.

Tampak depan, balai desa Purwodadi, Tepus, Gunungkidul.

Hal yang diutamakan dari KKN waktu itu adalah mengembangkan kemampuan dan pemahaman masyarakat di ketiga dusun itu agar sadar dan mampu lebih mengembangkan wilayah yang ditinggalinya agar lebih maju dalam pariwisatanya. Karena seperti yang kita tahu, primadona utama di wilayah desa Purwodadi adalah Pantai Siung, yang sudah mempunyai akses jalan aspal yang dapat dilewati mulai dari jalan kaki sampai dengan menggunakan bus besar.

Satu tempat yang patut untuk dikunjungi dari dua dusun, yaitu Luweng Ombo dan Danggolo, adalah pantai Timang. Pantai Timang berjarak sekitar 4 km dari pinggir jalan raya menuju pantai Siung. Dari lapangan bola desa Purwodadi, kita masuk ke barat lewat jalan cor blok. Terus saja mengikuti jalan itu. Sampai di perempatan balai dusun Danggolo, ambil jalan yang lurus, hingga kemudian jalanan cor blok berganti menjadi jalanan kasar dari batuan yang ditata.

Petualangan pun dimulai. Jika memilih naik motor, pastikan motor yang digunakan mampu untuk melewati jalanan yang sangat bergelombang dan licin ketika hujan. Berjalan kaki pun bisa. Dari dusun Danggolo, sekitar 45 menit kita sudah sampai di pantai Timang. Dan berjalan kaki ke pantai bisa dijadikan wisata trekking yang menarik.

Banyak hal yang bisa didapat sepanjang jalan menuju pantai. Masyarakat sekitar, terutama para petani yang sedang ada di sawah pada umumnya ramah kepada semua orang. Dengan saling menyapa, akan tercipta percakapan ringan. Bahkan kadang-kadang, kita juga bisa diajak berteduh dan menikmati minuman hangat di tengah ladang atau sawah ketika mereka sedang beristirahat.

Sekitar separuh perjalanan menuju pantai, kita akan melewati calon hutan wisata, yang oleh masyarakat sekitar disebut Jurug. Disebut demikian karena pada mulanya di tempat itu adalah tempat air terkumpul ketika musim hujan. Dengan air yang cukup banyak, menjadikan tempat itu subur. Dan kemduian oleh masyarakat sekitar dijadikan tempat untuk menanam tetumbuhan yang menurut mereka patut dilestarikan.

Setelah melewati Jurug, jalanan menjadi sedikit lebih curam dibanding sebelumnya. Setidaknya dua turunan yang lumayan menantang untuk bisa sampai pantai. Menantang, karena selain curan, juga jalanan yang belum halus.

Setelah sekitar 45 menit sampai satu jam berjalan kaki, kita akan tiba di pantai Timang. Pantai Timang seperti kebanyakan pantai pada umumnya di Gunungkidul, berpasir putih dan berbatu karang di bagian yang terendam air. Di kejauhan, ombak besar bergulung-gulung masih tetap kelihatan. Di pantai ini, biota laut masih alami. Tidak seperti di pantai Siung yang sudah banyak terjamah oleh wisatawan, pantai ini masih sepi. Dari kejauhan, pantai ini dikelilingi oleh rerumpunan pandan laut. Ada hal yang perlu diperhatikan. Di waktu-waktu tertentu, kadang banyak ubur-ubur yang saking banyaknya, sampai terdampar di pasirnya. Meskipun tidak terlalu lebar, namun pantai ini bisa dijadikan tujuan untuk berkemah sembari menikmati suasana alam pantai.

Satu hal yang mungkin tidak dimiliki pantai lain, sekitar 200 meter di sebelah barat pantai pasir putihnya, ada pulau karang besar yang dihubungkan ke daratan dengan kereta gantung, atau masyarakat sekitar biasa menyebutnya dengan gondola. Pulau itu disebut Pulau Panjang. Jarak antara bibir tebing pantai dengan pulau Panjang sekitar 50 meter. Sebenarnya, kereta gantung itu digunakan masyarakat sekitar untuk transportasi dan kemudian memancing lobster yang banyak terdapat di pulau Panjang. Namun kemudian, karena juga dilirik wisatawan, sarana ini juga bisa dinikmati sebagai wisata minat khusus atau yang ingin memompa adrenalin mereka, dengan menyeberang ke pulau Panjang, di bawahnya ombak lautan lepas menyambar-nyambar. Bagi yang berminat, bisa menghubungi pengelola (kepala dusun) untuk keterangan lebih lanjut. Jika tidak salah, tiap kali penyeberangan ke pulau Panjang dikenakan biaya Rp. 100.000,- untuk wisatawan.

Berwisata ke pantai Timang mengharuskan kita untuk siap segala perbekalannya, karena di sekitar pantai tidak ada penjaja makanan atau pun minuman. Apabila hal ini bisa dilestarikan, maka kealamian lingkungan sekitar juga akan terjaga, karena otomatis tidak ada atau hanya sedikit sampah yang akan ada di tempat itu. Dan dengan lingkungan yang terjaga, maka kita akan bisa menikmati lingkungan alam yang benar-benar alami.

Go green…..

Pulau Panjang, tempat warga sekitar biasa mencari lobster.

Berani menantang maut seperti ini?!

Primadona Pantai Timang.

Jangan lupa mengunjungi :

  1. http://denmasbrindhil.wordpress.com (sumber artikel)

Wisata Kuliner

Wisata Kuliner

"Sebuah Cita rasa khas Masakan Nusantara"


Tentunya mudah bagi Anda untuk menemukan ayam goreng KFC atau warung Padang di tempat tinggal Anda dan di kota-kota seluruh Indonesia. Lalu apa bedanya Anda ke Jogjakarta. Jika menu makanan yang Anda santap adalah sama. Ada baiknya ketika berwisata. Anda mencoba menu makanan khas daerah yang di kunjungi. Istilahnya Wisata Kuliner. Wisata Kuliner bukan urusan menu enak atau tidak enak, cocok di lidah atau tidak itu adalah hal lain. Wisata kuliner adalah tentang merasakan menu masakan yang belum pernah di rasakan sebelumnya. dan Jogjakarta memiliki makanan khas yang berselera untuk di cicipi.

NASI KUCING

Diantara gambar 2 di atas, mana yang disebut Nasi Kucing? gambar yang kirikah atau yang kanankah? yap, Anda salah jika Anda mengira Nasi kucing yang ori adalah gambar sebelah kanan. Memangsih, berbentuk kucing tapi itu bukanlah Nasi kucing. Nasi kucing yang Ori adalah gambar sebelah kiri. Nasi dengan lauk apa adanya dan dengan porsi yang sedikit pula.

Bukan Nama yang berlebihan jika nasi yang dibungkus dengan daun ini diberi nama dengan sebutan Nasi kucing. Bukan karena dia memang dukhususkan untuk kucing melainkan porsinya yang sedikit sehingga seperti makanan kucing. Untuk membuat seseorang kenyang, umumnya mereka menghabiskan 2-3 bungkus nasi kucing. Menu yang di tawarkan umumnya selalu 2 macam. dan 2 macam ini merupakan aturan baku, dan merupakan kode etik penjual nasi kucing. yakni nasi lauk teri dan nasi kering tempe. Untuk menemani nasi kucing, biasanya di sediakan pula aneka gorengan, sate usus, sate kerang, sate kiong, sayap ayam dan ceker ayam. Nasi kucing di jual di gerai-gerai warung tenda kaki lima. dengan pencahayaan yang minim, bolam lima watt atau lampu teplok dari minyak.

GUDEG PAWON

saya beri bocoran dikit tentang gudeg pawon. Pawon jika di indonesiakan artinya adalah dapur. dan baru buka jam 11 malam sampai dagangan Habis. disini Anda jangan berharap akan menemukan sebuah tempat seperti warung makannan yang ada pada umumnya. melainkan untuk medapatkan 1 porsi gudeg pawon, Anda di wajibkan pergi ke Pawon. dan di pawonlah semua transaksi dilakukan. unikkan. Mau coba???

GUDEG WIJILAN

Wijilan adalah nama jalan. sebuah jalan yang kanan kiri jalannya adalah penjual Gudeg. disini ada warung gudeg yang katanya tertua di jogjakarta. Anda bisa menyantap gudeg di tempat atau membungkusnya untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

KOPI JOSS
Kata Kawan-kawan yang penggemar kopi. Kopi jos memiliki citarasa yang unix lain dari tempat ngopi yang lain. Lokasinya yang berada di sampingrel utara station tugu memudahkan anda untuk menempuhnya hanya dengan berjalan kaki dari malioboro. lantas kenapa dia disebut kopi jos?? s

CAK KOTING

Apalagi ini. awal mula saya kesini adalah tidak sengaja. niatannya nyari makanan yang sangat puedes. namun malah terdampar disini, beruntunglah rupanya tempat makan dimana aku terdapar adalalah tempat makan faforit. namanya cak koting, yang sudah ada sejak entah kapan. yang pasti sudah lama sekali hitungannya puluhan Tahun. puluhan kursi berjejer diluar ruko utama. sehingga nampaklah, jika tempat ini merupaan tempat faforit. baru 10 menit duduk datanglah 2 bus pariwisata yang bisa dipastikan semua penumpangnya menderita semacam kelaparan. hore... menu dara bakarku sudah siap. setelah menyiramkan bumbu semacam sambel kacang namun sepertinya bukan. mulai kulahap 1 unit burung dara. nyammm... nikmat sekali, berbeda dengan dara bakar yang umumnya ku temui. dara bakar di cakkoting terasa empuk ditambah bumbu siram semacam sambel kacang namun sepertinya bukan, yang menjadi andalannya. membuat lidah siapa saja, seperti mengalami semacam kasmaran hehe

IKAN LAUT DI PANTAI DEPOK

jika anda merasa capek dan menderita semacam lapar ketika bermain-main di pantai prangtritis, saran saya, jangan makan di parangtritis. tunda sebentar rasa lapar Anda, mari kita berjalan sejauh kuranglebih 3 Km mengunjungi pantai depok sambil memilih ikan-ikan segar yang telah menunggu Anda untuk di santap. Tawarlah sepantasnya, karena belanja ikan disini seperti belanja di pasar traditional. setelah Anda menenteng ikan, Anda akan di sambut guide yang akan mengantarkan Anda ke pondok makanan mereka. dan Anda akan di tawari berbagai macam olahan untuk ikan yang sudah anda beli. Anda bisa memilih bakar, bumbu pedas manis, goreng, rica-rida dan sebagainya. Atau jika anda tak suka dengan bau amis pasar ikan, anda bisa langsung duduk di warung makan dan memesan hidangan laut yang sesuai selera Anda

ikan yang ada di pantai depok ini sebagian ada yang dari nelayan lokal. hal tersebut bisa Anda lihat dari perahu nelayan yang mendarat di bibir pantai. Namun, karena permintaan ikan mentah sangat tinggi, maka untuk memenuhi kebutuhan tersebut di imporlah ikan-ikan hasil tangkapan nelayan tetangga atau bahkan ikan-ikan hasil tangkapan Nelayan Pantura, seperti semarang, demak dan jepara.

OSENG-OSENG MERCON

PEEDAAASSSSSS jangan pernah coba-coba, kecuali Anda adalah penggemar masakan Pedas. saya pernah mencobanya, dan hasilnya keringat bercucuran seperti habis lari maraton saja. Tapi memang benar-benar mantap pedasnya. dahsyat, itulah kenapa dinamakan oseng-oseng mercon. minat?? akan kami antarkan Anda ke lokasinya... tips : persiapkan handuk kecil untuk mengusap keringat yang bercucuran :)

BAKPIA PATHUK
Bakpia ya bakpia, dimana-mana bentuknya sama saja, generik. jika sudah berbeda bentuk mungkin bukan lagi disebut bakpia. Penampilannya bisa anda lihat di gambar samping sementara rasanya bisa Anda coba sendiri. tentunya bakpia ini memiliki rasa yang khas karena ini bakpia bukan sembarang bakpia melainkan bakpia pathok. bakpia khas jogja.

Jangan lupa mengunjungi :

  1. http://www.wisatajogjakarta.com (sumber artikel)